Rabu, 09 Januari 2013

Xperia Z, Smartphone Anyar Anti Air dari Sony

Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony, telah mengumumkan lini smartphone baru, Xperia Z, dalam pameran Consumer Electronics Show(CES) 2013 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sony mengusung Xperia Z sebagai ponsel yang tahan air dan debu karena telah bersertifikat IP55 dan IP57. Smartphone ini juga dapat digunakan saat mandi tanpa resiko kerusakan.
Xperia Z hadir dengan layar 5 inchi dengan resolusi 1080p x 1920p high-definition yang meminjam teknologi dari Bravia TV. Untuk kinerja dipasok oleh prosesor quad-core Snapdragon S4 Pro dan kamera 13 MP.

Film Tahan AirSony mengatakan piranti dengan sistem operasi Android ini mampu bertahan dalam rendaman air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.

"Jika Anda ingin ingin duduk di bak mandi dan menonton film HD ini adalah perangkat untuk Anda," kata eksekutif Sony Mobile, Steve Walker, seperti dilansir BBC, 8 Januari 2013.

"Anda bisa membawanya di kamar mandi jika Anda ingin, atau jika ponsel kotor, bisa dicuci di bawah kran," ujarnya.

Selain itu, perangkat ini lengkapi berbagai port dan cover dari plastik yang melindungi perangkat.
Perangkat dengan ketebalan 7,9 mm juga dapat merekam video HDR (high dynamic range), fasilitas ini dibekali dari teknologi divisi kamera Sony.

Untuk konektivitas, Xperia Z dilengkapi dengan jaringan data LTE (4G), slot micro SD dan chip NFC (near field communication) yang memudahkan pengguna berbagi konten ke televisi Sony.

Sedangkan untuk mendukung video rekaman kualitas tinggi, Sony melengkapi Xperia Z dengan teknologi sensor gambar Exmor RS.

Teknologi ini untuk mengatasi backlight dalam foto. Pasalnya, jika tanpa HDR, wajah seseorang terlihat terlalu gelap jika latar belakang terlalu terang.

Andalan Sony
Ben Wood, analis di CCS Insight, mengatakan strategi Sony dengan mengambil teknologi dan fitur dari divisi perangkat Sony yang lain, dapat menjadi kunci keberhasilan bisnis ponsel Sony.

"Produk ini sangat kuat dan ponsel Xperia paling menarik yang pernah saya lihat," kata Wood.

Dengan produk ini, Sony berharap bangkit dari keterpurukan. Sebelumnya, Sony membukukan kerugian setahun penuh sebesar US$5,7 miliar (Rp55,11 triliun) pada bulan Mei dan terus merugi sepanjang kuartal berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar